Wednesday, June 3, 2015

Day IV : Pangkalan Ojek 7/11

Di tengah teriknya matahari. Kami berkumpul di dalem mini market 7/11. Ini merupakan hari terakhir kita 14 Mei 2015 untuk melakukan Sosialisasi. Di depan kami ada beberapa motor ojek yang terparkir di depan dan kami langsung mendatangi mereka.




Saat kita disana, ternyata hanya ada 1 orang tukang ojek yang asik duduk sambil merokok menunggu penumpang. Bapak tersebut menyambut kami dengan senyuman dan menanyakan apa yang kami lakukan disini.


Kami memberi tahu maksud dari kedatangan kami untuk melakukan sosialisasi dan sedikit survey. Bapak tersebut berdiri sambil tersenyum kembali.
Bapak tersebut bernama Pak Indra dan sudah menjadi tukang ojek sekitar 5 Tahun. Pak Indra mengaku bahwa dirinya berasal dari Jawa Tengah dan ke Jakarta dengan alasan ingin merantau untuk memperbaiki nasibnya. 
Kami mulai melakukan survey, menanyakan pendapatan Pak Indra sehari. Pendapatannya sehari bisa sekitar 100 rb sampai dengan yang terbesar yaitu 150rb tergantung jarak dan banyaknya penumpang yang dia dapatkan. Penumpang terjauh yang pernah Pak Indra antar yaitu ke daerah Jakarta Utara. 
Kami mulai lagi menyampaikan sosialisasi kepada Pak Indra tentang tertib lalu lintas. Kami mengingatkan Pak Indra bahwa bapak sering dan pasti setiap harinya menggunakan Jalan Raya dan sangat berperan aktif dalam tertib lalu lintas.
Kami dan saya pribadi cukup kaget bahwa Pak Indra mengaku bahwa dirinya sering tidak taat aturan lalu lintas karena Pak Indra ini orangnya tidak sabaran dan terkadang ikut-ikutan pengguna jalan lain untuk melanggar. Kami memberi tahu bahwa itu tidak baik. Jika ingin cepat sampai ya harus patuhi rambu-rambu yang ada supaya tertib. 
Setelah itu kami mengucapkan Terima Kasih dan meminta foto untuk dokumentasi.


Yosafat Deny Satrio
1701315655
LK21





Day III : Pangkalan Ojek Love Tea

Kembali kami melakukan Sosialisasi pada hari ke 3 tanggal 13 Mei 2015 di depan Love Tea.
Memang disini banyak motor ojek yang terparkir, tapi hanya 2 orang tukang ojek saja yang ada di tempat. Lalu kita langsung mendatangi tempat tersebut.
Saat kami datang disitu, kamu disangka ingin menaiki ojek tapi salah satu teman kami bilang bahwa kita  kesini ingin melakukan Penyuluhan Sosialisi tentang tertib lalu lintas.
Namun salah satu dari kedua tukang ojek tersebut yang bernama Pak Joko lebih memilih untuk memisahkan diri dan santai sambil meminum kopi. Hanya tinggal Pak Ilham yang bersedia mendengarkan Sosialisasi tertib lalu lintas.



Kita mulai bertanya kepada Pak Ilham mulai jam berapakah mangkal di tempat ini. Dia mengatakan mulai menarik ojek sekitar pukul 6 pagi sampai dengan 8 malem atau kadang bisa sampai 9 malem. Pak Ilham mengatakan kalau rumahnya di daerah Palmerah dekat Pasar Bunga, sehingga sangat dekat dengan tempat tinggalnya.
Pendapatan dari Pak Ilham tidak menentu tiap harinya. Sehari sekitar 4 - 7 penumpang. Menurut saya menggunakan ojek di daerah Binus sangat bermanfaat karena di daerah kampus sangat padat sekali lalu lintasnya. Pak Ilham enggan menyebutkan nominal pendapatan hariannya.
Setelah bertanya-tanya, kami mulai melakukan sosialisasi bahwa Pak Ilham dan teman-temannya pasti selalu menggunakan jalan raya atau jalan umum disini. Kita tau jalan disekitar Binus entah pagi,siang,sore,malem selalu macet. Itu disebabkan karena banyak faktor seperti, menyebrang sembarangan,angkot yang memberentikan seenaknya, agkot yang mengambil jalur sebelahnya, di pertigaan juga terkadang tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain dan masih banyak lagi faktor kemacetan disini. 
Kami juga menjelaskan bahwa Pak Ilham dan teman-teman juga harus mematuhi rambu-rambu seperti memakai helm untuk penumpang dan supirnya agar aman. Pak Ilham terkadang suka menegur orang yang sering bawa motor ugal-ugalan yang lintas di depan pangkalannya. 
Setelah berbincang, kami mengucapkan Terima Kasih atas waktunya dan kami meminta foto bersama. Pak Ilham memanggil temannya Pak Joko.


Yosafat Deny Satrio
1701315655
LK21



Tuesday, June 2, 2015

Day II : Pangkalan Ojek Batusari

Keesokan harinya 11 Mei 2015, kami kembali melakukan Sosialiasi tentang tertib lalu lintas di Pangkalan Ojek Batusari. Sesampainya di tempat, salah satu tukang ojek menyambut kami dengan senyuman sembari mereka bermain catur di bawah pohon rindang yang sekaligus tempat mereka berkumpul. Sebelumnya beberapa teman saya bersalaman dengan salah satu tukang ojek tersebut yang bernama Pak Agus. Kami berbincang sesaat dan kami memohon ijin bahwa kami datang kesini ingin melakukan Sosialisasi tentang Tertib Lalu Lintas dan mereka tertawa salah satu dari tukang ojek itu bilang, "Tuh yang jaket kuning jarang pake Helm" sambil tertawa. Pak Agus menanyakan apa yang ingin kita tanyakan dan sosialisasi seperti apa yang akan kita bicarakan.


 Kemudian kamipun duduk bersama parak bapak-bapak tukang ojek dan saling berbincang sejenak. Kami pertama menanyakan berapa banyak kah pelanggan setiap ojek disini perharinya, Mereka menjawab sekitar 5-8 orang perhari setiap ojek disini, karena disini bergiliran jatah antar penumpangnya dan omset setiap tukang ojek berbeda-beda karena tergantung jarak tempuhnya jauh atau tidak. Kamipun memberi penyuluhan tentang tertib lalu lintas bahwa di Jakarta bahkan di sekitar Binus pun setiap harinya pasti macet setiap pagi siang sore malem. Hanya subuh saja yang tidak macet di Jakarta. Sebagai pengguna jalan raya yang benar, tukang ojek harus tetap tertib lalu lintas seperti contoh, selalu memakai helm supir dan penumpangnya itu merupakan kewajiban dan keharusan, kemudian selalu membawa SIM C, tidak menerobos lampu merah karena itu akan memperparah kemacetan yang ada,  dan tidak menerobos jalur Trans Jakarta walau kita tahu di daerah Binus tidak ada jalur Trans Jakarta, dll..
Jika kita ingin cepat sampai tujuan, tertiblah lalu lintas, bukannya kita malah melanggarnya.
Mereka mendengarkan dengan baik dan tersenyum saat kita memberi penyuluhan tersebut dan saat kami tanyakan SIM C untungnya mereka sudah memilikinya semua.

Beberapa Foto :




Yosafat Deny Satrio
1701315655
LK21





Day 1 : Pangkalan Ojek Gang U

Pada semester ini, kami mahasiswa/I Binus University mendapatkan tugas CB Interpersonal Development untuk melakukan community service. Tugas ini dilakukan dengan mengunjungi dan melakukan sosialisasi dalam bentuk apapun kepada suatu komunitas. Mahasiswa/I dapat menentukkan secara bebas komunitas yang akan disosialisasikan.

Kami merupakan kelompok 6 dari kelas LK21 yang terdiri dari:


  • Albert Firman
  • Arifianty Tantriana
  • Bagus Adhi Putra
  • Christyanto Tjandra
  • Patricia Moniaga
  • Yosafat Deny Satrio Budiarto
  • Yuslia Amanta
Kami memilih untuk melakukan sosialisasi kepada komunitas tukang ojek yang lokasinya dekat dengan universitas kami. Komunitas tukang ojek merupakan suatu komunitas yang kesehariannya mengunakan jalanan sebagai tempat pelaksanaan pekerjaannya. Banyak terdapat pengendara mobil dan motor di jalanan ibukota Jakarta yang tidak patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, terlebih lagi pengendara motor. Sering sekali kami menemukan pengendara motor yang melanggar aturan, seperti melintasi jalur busway, melawan arus, tidak menggunakan helm dan lain lain. Maka dari itu, tukang ojek yang merupakan salah satu dari pengguna jalan di Jakarta perlu mendapatkan sosialisasi berupa tertib berlalu lintas. Kami berharap dengan sosialisasi ini lalu lintas di Jakarta menjadi lebih tertib dan pengguna jalan yang ugal-ugalan dapat terkurangi.

Kami melakukan sosialisasi pertama di Pangkalan Ojek Jalan U pada hari Senin, 11 Mei 2015. Pada saat itu, terdapat beberapa tukang ojek yang sedang mangkal atau menunggu pelanggan. Awalnya, mereka menolak ketika ingin kami wawancara lebih lanjut akan tetapi akhirnya kami berhasil mewawancari salah satu tukang ojek di sana. Tukang ojek tersebut bernama Bapak Wawan, beliau sedang duduk sendiri ketika kami hendak izin melakukan sosialisasi.


Salah satu anggota kelompok kami meminta izin kepada Bapak Wawan untuk melakukan wawancara singkat mengenai tata tertib berlalu lintas. Pada awalnya, beliau sedikit keberatan dengan kegiatan kami, hal itu ditandai dengan kurangnya respon terhadap kami. Kami memulai wawancara singkat dengan menanyakan apakah beliau memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau tidak. Lalu, setelah berwawancara kami memberitahu bahwa kegiatan ini merupakan tugas perkuliahan, kemudian kegiatan sosialisasi pun kami lakukan. Bapak Wawan dengan saksama mendengarkan sosialisasi kami dan mengatakan bahwa beliau merupakan orang yang mengutamakan keselamatan penumpang dalam berkendara.


Setelah berbincang dengan beliau, kami melakukan foto bersama sebagai bentuk keakraban kami dengan masyarakat, tepatnya dengan tukang ojek.


Yosafat Deny Satrio
1701315655
LK21