Keesokan harinya 11 Mei 2015, kami kembali melakukan Sosialiasi tentang tertib lalu lintas di Pangkalan Ojek Batusari. Sesampainya di tempat, salah satu tukang ojek menyambut kami dengan senyuman sembari mereka bermain catur di bawah pohon rindang yang sekaligus tempat mereka berkumpul. Sebelumnya beberapa teman saya bersalaman dengan salah satu tukang ojek tersebut yang bernama Pak Agus. Kami berbincang sesaat dan kami memohon ijin bahwa kami datang kesini ingin melakukan Sosialisasi tentang Tertib Lalu Lintas dan mereka tertawa salah satu dari tukang ojek itu bilang, "Tuh yang jaket kuning jarang pake Helm" sambil tertawa. Pak Agus menanyakan apa yang ingin kita tanyakan dan sosialisasi seperti apa yang akan kita bicarakan.

Kemudian kamipun duduk bersama parak bapak-bapak tukang ojek dan saling berbincang sejenak. Kami pertama menanyakan berapa banyak kah pelanggan setiap ojek disini perharinya, Mereka menjawab sekitar 5-8 orang perhari setiap ojek disini, karena disini bergiliran jatah antar penumpangnya dan omset setiap tukang ojek berbeda-beda karena tergantung jarak tempuhnya jauh atau tidak. Kamipun memberi penyuluhan tentang tertib lalu lintas bahwa di Jakarta bahkan di sekitar
Binus pun setiap harinya pasti macet setiap pagi siang sore malem. Hanya subuh saja yang tidak macet di Jakarta. Sebagai pengguna jalan raya yang benar, tukang ojek harus tetap tertib lalu lintas seperti contoh, selalu memakai helm supir dan penumpangnya itu merupakan kewajiban dan keharusan, kemudian selalu membawa SIM C, tidak menerobos lampu merah karena itu akan memperparah kemacetan yang ada, dan tidak menerobos jalur Trans Jakarta walau kita tahu di daerah
Binus tidak ada jalur Trans Jakarta, dll..
Jika kita ingin cepat sampai tujuan, tertiblah lalu lintas, bukannya kita malah melanggarnya.
Mereka mendengarkan dengan baik dan tersenyum saat kita memberi penyuluhan tersebut dan saat kami tanyakan SIM C untungnya mereka sudah memilikinya semua.
Beberapa Foto :
Yosafat Deny Satrio
1701315655
LK21
No comments:
Post a Comment